NewsThe Masjidil Aqsa and Mujahideen in Palestine

The Masjidil Aqsa and Mujahideen in Palestine

- Advertisement -

No mother, no father to wipe away my tears
That’s why I won’t cry
I feel scared but I won’t show my fears
I keep my head high

–Maher Zain dalam Palestine will be free

Akhir tahun 1999 adalah awal perkenalan saya dengan isu-isu Palestina. Perkenalan yang cenderung emosional untuk seorang remaja muslim berusia 18 tahun yang baru datang dari kampung ke sebuah kota. Majalah Annida memperkenalkan saya kisah-kisah heroik para pejuang intifadhah.

Kisah seorang pemuda Indonesia yang berjihad ke Palestina berhasil meluluhlantakkan hati saya hingga memunculkan keinginan yang kuat untuk menempuh jalan yang sama. Kisahnya berawal saat ia transit di rumah kakak sepupu laki-laki dari saudara jauh ibunya di Jakarta sambil menunggu keberangkatan ke Palestina.

Pamannya itu memiliki seorang anak laki-laki dan gadis belia cantik yang di dalam hati sebenarnya menyukai si pemuda yang hendak berjihad ke Palestina. Tetapi si gadis ini selalu kasar padanya. Saya membaca kisah ini pertengahan tahun 2001. Setelah hampir satu tahun gerakan intifada al-Aqsa kedua dimulai.

Intifadhah kedua baru berakhir lima tahun setelahnya. Saat itu, lebih dari 4.700 orang menjadi korban. 80 persen diantaranya adalah muslim Palestina. Mohammed ad-Dura, 12 tahun, yang bersembunyi dibalik tong semen bersama ayahnya, Jamal ad-Dura, di Jalan Salah al-Din, Selatan Gaza adalah kisah tragis yang tidak bisa dilupakan begitu saja.

Kisahnya terekam kamera Talal Abu Rahma, reporter lepas Palestina untuk televisi Perancis, France 2. Ayahnya, Jamal ad-Dura melambaikan tangan tanda menyerah, tetapi tangannya tertembak. Ad-Dura meringkuk di belakang sang ayah yang berusaha melindunginya. Ia menangis ketakutan dan tak berapa lama ayahnya mendapati ia telah syahid, insya Allah. Ad-Dura kemudian dijadikan ikon intifada.

Mereka (zonis Isreal) mengkhawatirkan kebencian dunia dan membantah berkali-kali dibalik kisah tragis ad-Dura setelah disiarkan France 2 dengan berbagai dalih. Termasuk mengeluarkan laporan Kuperwasser setebal 44 halaman pada Mei 2013, setelah penyelidikan sepihak yang mereka (zionis) lakukan atas perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kisah ad-Dura di Selatan Gaza terjadi berselang dua hari setelah mendiang Perdana Menteri Ariel Sharon memasuki komplek Masjidil Aqsa bersama pasukan zionis dan menyatakannya sebagai Temple Mount yang akan berada dibawah kedaulatan Israel. Klaim ini memancing kemarahan rakyat Palestina dan muslim dunia hingga gerakan intifada kedua dimulai pada September tahun 2000.

Ad-Dura adalah mujahid yang mengingatkan kita betapa propaganda zionis Israel (Yahudi) sangat berbahaya. Walan tardha ‘ankal yahuudu walaannashaara hatta tattabi’a millatahum…. Q. S. al-Baqarah [2] 120. 

Di dalam ayat ini menurut tafsir Ibnu Katsir, murid dari Burhan al Din al Fazari, ulama terkemuka pengikut Mazhab Syafi’ie, terkandung makna ancaman dan peringatan yang keras bagi umat Nabi Muhammad s.a.w  agar mereka jangan sekali-kali mengikuti jalan-jalan kaum Yahudi dan Nasrani, sesudah mereka mempunyai pengetahuan dari Alquran dan sunnah, na’uzubillah min zalik.

Khitab ayat ini ditujukan kepada Rasul Muhammad s.a.w , tetapi perintahnya ditujukan kepada umatnya.

Special Report

exclusive

Bacaan Lainnya

untuk kamu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Bisnis Lokal

promosi 100% gratis!

client-image
client-image
client-image
client-image
client-image
client-image
- Advertisement -